Terkonfirmasi Covid-19, Pelayanan Kantor PN Karawang Ditutup Selama Tujuh Hari

10
Bidik 86, Karawang
Pelayanan Kantor Pengadilan Negeri (PN) Karawang, ditutup sementara selama tujuh hari, setelah sejumlah Hakim dan Pegawainya terpapar Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Saat ini Kantor dalam keadaan kosong, hanya dihuni oleh Petugas Security yang berjaga di Pos Satuan Pengamanan (Satpam).
Juru Bicara Satuan Tugas (Jubir Satgas) Penanganan Covid-19, dr. Fitra Hergyana, membenarkan jika Kantor PN Karawang, ditutup mulai 24 hingga 30 September 2020. Upaya tracking dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19, Hakim dan Pegawai yang terpapar Covid-19 kini bertambah satu orang, setelah sebelumnya ada tujuh orang yang terkonfirmasi Covid-19.
“Sudah delapan orang yang dinyatakan positif setelah kami melakukan tracking dari pasien yang terkonfirmasi positif. Saat ini Tim Satgas masih melakukan pengawasan ketat atas kasus yang terjadi di PN Karawang,” kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Karawang, dr. Fitra Hergyana, Jum’at (25/09/20).
Lanjut dr. Fitra, pihaknya meminta masyarakat atau instansi yang berhubungan dengan PN Karawang, agar melakukan langkah antisipasi penyebaran Covid-19.
“Kalau memang diketahui memiliki kontak langsung, sebaiknya melaporkan kepada kami. Atau masing-masing instansi melakukan pencegahan dengan melakukan tes rapid di instansi masing-masing. Kita tidak tahu apakah kita terpapar atau tidak, bisa diketahui dengan melakukan rapid tes,” katanya.
Menindaklanjuti hal tersebut, Kejari Karawang yang berhubungan dengan PN Karawang, langsung melakukan tindakan pencegahan dengan melakukan rapid tes massal terhadap semua Pegawainya dan mengambil ancang-ancang menutup Kantor jika ada Pegawainya yang ikut terpapar.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karawang, Rohayatie mengatakan, untuk mengantispasi penyebaran Covid-19, pihaknya sudah mulai melakukan rapid tes terhadap sembilan orang Pegawainya, mulai dari Jaksa hingga Pegawai Tata Usaha (TU), yang diduga memiliki kontak erat dengan Pegawai Pengadilan.
Namun untuk memastikan Kantor Kejaksaan aman dari penyebaran Covid-19, akan dilakukan rapid tes kepada seluruh Karyawan.
“Sementara, kami melakukan skala prioritas untuk mendahulukan Pegawai yang memiliki kontak langsung dengan Pengadilan. Setelah itu, seluruh Karyawan harus ikut rapid, tapi kami masih menunggu kabar dari Dinkes Karawang, kapan hal itu bisa dilaksanakan,” kata Rohayatie.
Menurut Rohayatie, Pegawai yang sudah mengikuti rapid tes dilaporkan ada sembilan orang, terdiri dari tiga orang Jaksa dan Pegawai yang biasa mengantar tahanan saat sidang. Kemudian disusul akan dilakukan rapid tes lagi kepada sepuluh orang Pegawai yang semuanya dilingkungan seksi Pidana Umum (Pidum).
“Kami mengikuti arahan Tim Satgas Covid-19, namun hasilnya masih ditunggu. Kalau ada yang terpapar, kemungkinan Kantor Kejaksaan ditutup sementara bisa saja. Tapi itu harus se-izin Pimpinan,” katanya. (Hendi Suhendi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here