Tuhan Mengajarkan Melalui Corona

39
MB86, Surabaya
Oleh: KH. Mustofa Bisri
Vatikan sepi
Yerusalem sunyi
Tembok Ratapan dipagari
Paskah tak pasti
Ka’bah ditutup
Sholat Jum’at dirumahkan
Umroh batal
Sholat Tarawih Ramadhan mungkin juga bakal sepi.
Corona datang
Seolah-olah membawa pesan bahwa ritual itu rapuh!
Bahwa “hura-hura” atas nama Tuhan itu semu
Bahwa simbol dan upacara itu banyak yang hanya menjadi topeng dan komoditi dagangan saja.
Ketika Corona datang,
Engkau dipaksa mencari Tuhan
Bukan di Basilika Santo Petrus
Bukan di Ka’bah
Bukan di dalam Gereja
Bukan di Masjid
Bukan di mimbar khotbah
Bukan di Majels Ta’lim
Bukan dalam misa Minggu
Bukan dalam sholat Jum’at.
Melainkan,
Pada kesendirianmu
Pada mulutmu yang terkunci
Pada hakikat yang senyap
Pada keheningan yang bermakna.
Corona mengajarimu,
Tuhan itu bukan (melulu) pada keramaian
Tuhan itu bukan (melulu) pada ritual
Tuhan itu ada pada jalan keputus-asaanmu dengan dunia yang berpenyakit.
Corona memurnikan agama,
Bahwa tak ada yang boleh tersisa
Kecuali Tuhan itu sendiri!
Tidak ada lagi indoktrinasi yang menjajah nalar
Tidak ada lagi sorak-sorai memperdagangkan nama Tuhan.
Datangi, temui dan kenali DIA di dalam relung jiwa dan hati nuranimu sendiri
Temukan Dia disaat yang teduh dimana engkau hanya sendiri bersama-Nya.
Sesungguhnya Kerajaan Tuhan ada dalam dirimu
Qalbun mukmin baitullah
Hati orang yang beriman adalah rumah Tuhan.
Biarlah hanya Tuhan yang ada
Biarlah hanya nuranimu yang bicara
Biarlah para pedagang, makelar, politikus dan para penjual agama disadarkan oleh Tuhan melalui kejadian ini
Semoga kita bisa belajar dan mengambil hikmah dari kejadian ini. (Red)
22 Maret 2020
Ikhtiar dan bermunajat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here