Uang Pemberian Orang Tua Digunakan Taruhan Balap Liar, Kini Harus Berurusan dengan Kepolisian

23
MB86, Kebumen
Ada beberapa fakta menarik yang berhasil diungkap Kepolisian Resor (Polres) Kebumen, dari hasil penggerebekan balap motor liar di Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong, Kebumen, Jawa Tengah, Minggu (26/04/20) lalu.
Dari hasil pemeriksaan Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kebumen, ada uang taruhan di dalam balap luar itu mencapai 700 ribu rupiah.
Uang taruhan adalah hasil iuran para penonton dari meminta kepada orang tuanya masing-masing.
“Kebanyakan dari mereka masih remaja dan di bawah umur. Uangnya hasil minta dari orang tua,” jelas Kepala Polres (Kapolres) Kebumen, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Rudy Cahya Kurniawan, Senin (27/04/20).
Fakta selanjutnya, para pembalap dan penonton yang diamankan, masih belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Karena mereka masih di bawah umur, kita panggil juga orang tuanya. Selanjutnya kita berikan pengarahan agar anak-anak diberikan pembinaan di rumah,” kata AKBP Rudy.
Fakta berikutnya, ternyata balap liar memilik WhatsApp Group (WAG). Saat pertandingan akan dimulai, Anggota WAG menginformasikan lokasi dan waktunya. Selanjutnya mereka akan memasang uang taruhan kepada salah satu bendahara.
Dari balap liar ini, warga masyarakat mengaku resah dan melaporkan ke Polres Kebumen.
“Masih kami periksa, kendaraan bermotor bisa diambil tentunya dengan menunjukkan surat-surat kepemilikan dan mengembalikan dalam posisi standard,” tambahnya.
Perlu diketahui, sepeda motor yang diamankan banyak yang menggunakan knalpot racing dan sudah dimodifikasi merubah ketentuan.
Dihadapan Kapolres, para remaja itu berjanji tidak akan mengulangi balap liar yang meresahkan masyarakat.
“Ini kan masih ada pandemi Virus Corona, baiknya jangan kemana-mana dahulu. Ini malah balapan ilegal,” tandasnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here