Wakapolri, Kasad TNI dan Gubernur Jatim, Canangkan Penegakkan Disiplin Berbasis Komunitas

16
Bidik 86, Surabaya
Pencanangan Penegakkan Disiplin Berbasis Komunitas, diserukan oleh Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Gatot Eddy, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua (Waketu) Pelaksana II Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) di Kantor Gubernur Jawa Timur (Jatim), Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (03/09/20).
Nantinya kelompok-kelompok masyarakat sendiri yang akan saling mengingatkan dan menguatkan untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ada relawan dari unsur masyarakat, kelompok ibu-ibu, komunitas pengajian, komunitas motor, kelompok pemuda dan sebagainya.
Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) hadir bersama Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Andika Perkasa, untuk mendengarkan paparan perkembangan penanganan pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Jatim, dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
“Kita tidak boleh lelah dan lengah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Jangan sampai kasus di sebuah Pesantren di Banyuwangi, terjadi di tempat lain,“ tegas Komjen Pol Gatot Eddy.
Jenderal bintang tiga yang pernah berdinas di Polda Jatim tersebut, kembali mengajak masyarakat untuk disiplin menerapkan Gerakan 3M dan 1T, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan tidak berkerumun.
Dalam rangkaian Kunjungan Kerja (Kunker) di Jatim, sebelumnya Wakapolri didampingi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Dr. Drs. HM Fadil Imran, M.Si dan Pejabat Utama Markas Besar (PJU Mabes) Polri, memberikan pengarahan serta penghargaan kepada jajaran Anggota Polri di wilayah Jatim melalui Video Conference (Vicon).
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri memberangkatkan Satuan Tugas (Satgas) Penegakkan Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2020, tentang Pendisiplinan Terhadap Protokol Covid-19. Dengan berkumpulnya elemen masyarakat semua, tokoh masyarakat, tokoh agama dan komunitas yang berkumpul, ini menunjukkan kesungguhan semua untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Perwira Polisi yang pernah menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya tersebut, kembali mengingatkan pentingnya menerapkan disiplin protokol kesehatan. Dan dari kedisiplinan itulah menimbulkan kesadaran kolektif bersama. Jika kesadaran kolektif itu muncul, kita mampu meminimalisir dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, yang dimulai dari diri sendiri, baru komunitas yang lain.
“Covid-19 bisa menyerang siapa saja, tidak hanya TNI/Polri maupun yang lain. Siapa dalam kondisi lemah dan tidak menjaga jarak, tidak cuci tangan dan tidak memakai masker, bisa tertular Covid-19. Ini kita jaga bersama-sama,” kata Wakapolri.
“Menggunakan masker adalah yang paling utama harus dilakukan. Selain kepedulian untuk ikut aktif dengan ikut serta mengkampanyekan menggunakan masker sebagai gaya hidup baru,” jelasnya.
“Ingatkan keluarga, teman, rekan kerja, lingkungan terdekat, sehingga pada akhirnya meluas ke seluruh elemen masyarakat untuk gunakan masker. Sehingga nantinya bisa sebagai gaya hidup kita bersama di masa pandemi Covid-19 ini,” tambah Wakapolri.
Di kesempatan tersebut, Wakapolri juga memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, serta membagikan 1,5 juta masker untuk daerah Jatim. Dan semua bergerak tidak hanya TNI/Polri saja, semua harus terlibat dengan komponen masyarakat.
“Setelah berhasil dengan Kampung Tangguh Semeru di Jatim, kedepannya nanti kita akan tingkatkan dengan Penegakkan Disiplin Berbasis Komunitas, dalam rangka memutus mata rantai Covid-19,” ujar Wakapolri, Komjen Pol Dr. Gatot Eddy Pramono. M.Si. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here