Wartawan Yang Baik Menurut Para Ahli

49
MB86, Karawang
Seorang Wartawan dapat dikatakan baik apabila ia bekerja dengan segenap hati nurani (Coblentz, 1961).
Seorang Wartawan yang berhati nurani, harus memenuhi fikiran-fikirannya mengenai kebenaran dan keadilan dan harus menyesuaikan diri pada nilai-nilai tinggi yang telah dibina publik untuk dirinya (William Randolph Hearst, 1961).
Duanne Bradley (1996) mengatakan, bahwa Wartawan yang baik harus memiliki sejumlah aset dan modal, diantaranya, pengetahuan, rasa ingin tahu (sense of knowing), daya tenaga hidup (vitalitas), nalar berdebat, kemampuan  brainstorming (bertukar fikiran), keberanian, kejujuran serta keterampilan berbahasa, baik lisan apalagi tulisan.
Sementara John Hohenberg (1977) mengemukakan, sedikitnya ada 4 (empat) syarat untuk menjadi seorang Wartawan yang baik, antara lain:
1. Tidak pernah berhenti mencari kebenaran,
2. Maju terus menghadapi jaman yang berubah dan jangan menunggu sampai dikuasai olehnya.
3. Melaksanakan tugas-tugas yang berarti ada konsekuensinya bagi umat manusia.
4. Memelihara suatu kebebasan yang tetap teguh.
Adinegoro (1961), salah seorang Perintis Pers Indonesia menambahkan, bahwa Wartawan yang baik harus memiliki sejumlah sifat yang mutlak ditanam dan dipupuk oleh seorang Wartawan, diantaranya:
1. Minat mendalam terhadap masyarakat dan apa yang terjadi dengan manusianya.
2.Sikap ramah tamah terhadap segala jenis manusia dan pandai berbicara dan menulis dalam bahasa Indonesia, lebih baik lagi jika menguasai berbagai bahasa asing.
3. Memiliki daya peneliti yang kuat dan setia kepada kebenaran.
4. Memiliki rasa tanggungjawab dan ketelitian.
5. Kerelaan mengerjakan lebih dari apa yang ditugaskan.
6. Kesanggupan bekerja cepat.
7. Selalu bersikap objektif.
8. Memiliki minat yang luas.
9. Memiliki daya analisis yang tajam.
10. Memiliki sikap reaktif.
11. Teliti dalam mengobservasi.
12. Suka membaca.
13.Suka memperkaya bahasa.
Seorang Wartawan yang baik, menurut Mochtar Lubis (1963) harus mampu membuat laporannya sedemikian rupa, sehingga berita yang disajikannya menjadi ”hidup” dan pembaca dapat merasakan dan melihat apa yang ditulisnya, seakan ia ikut melihat atau mengalaminya sendiri.
J. Casey (1967) menilai, bahwa sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang Wartawan yang baik adalah;
Dia harus punya ”mata” yang tajam dan ”telinga” yang peka; Dia harus bisa berbicara langsung ke pokok permasalahan, serta bisa melihat dan memahami latar belakang dari apa yang dilihatnya; Dia juga harus mampu menulis sebuah cerita sebagai sebuah realitas atau kenyataan yang saling berhubungan dan bukan kejadian yang terpisah-pisah. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here