Zona Merah, Pemkab Karawang Terapkan Jam Malam

9
Bidik 86, Karawang
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, menerapkan jam malam menyusul meningkatnya penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Kota Pangkal Perjuangan. Aktivitas kegiatan usaha dan masyarakat dibatasi hingga pukul 21.00 WIB.
Pembatasan jam malam tersebut diberlakukan berdasarkan Surat Edaran (SE) Bupati Karawang Nomor 499/4998-Satpol PP tentang Pembatasan Kegiatan Usaha, Operasional Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, serta usaha lainnya dan Pembatasan Kegiatan/Aktivitas Masyarakat dalam Rangka Pengendalian Covid-19 di Karawang.
“Ibu Bupati sudah buat edaran kaitan dengan jam malam. Kita tindaklanjuti nanti, Satgas juga sudah dibentuk,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang, H. Acep Jamhuri, Kamis (24/09/20).
Sekda Acep menyebut, pembatasan aktivitas tersebut diterapkan hingga pandemi Covid-19 berakhir. Warga yang berkerumun akan dibubarkan oleh Satuan Tugas (Satgas) yang melakukan patroli.
Seluruh aktivitas warga, kata dia, yang membuat kerumunan, juga dibatasi.
“Pengajian juga dibatasi. Ada jeda 14 hari. Di off-kan dulu. Nanti koordinasi dengan Satgas lain,” kata Sekda.
Sekda menyebut, Pemkab Karawang juga menyesuikan dengan peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang penyelenggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Salah satunya soal pembatasan saat kampanye.
“Kita bersinergi dengan regulasi KPU, bersinergi juga dengan regulasi pandemi dari Pemkab, termasuk situasi Karawang yang masuk zona merah,” ucapnya.
Meski dibatasi, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, berharap perekonomian tetap berjalan dengan baik. Selain itu, menurutnya, penerapan jam malam tersebut perlu pendekatan persuasif.
Bupati menyebut, Pemkab dan Aparat tengah melakukan sosialisasi jam malam. Ia berharap, kebijakan jam malam bisa menurunkan penyebaran virus Corona di Karawang.
“Saya rasa salah satu caranya dengan istirahat cukup dan jam sembilan malam adalah waktu yang tepat untuk istirahat,” ungkapnya.
Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Karawang, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Arif Rachman Arifin, telah membentuk Tim Khusus (Timsus) untuk menindak pelanggar Protokol Kesehatan (Protkes). Tim ini akan bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk patroli.
“Tim gabungan mengerahkan 12 unit mobil dan 15 unit motor untuk patroli,” terang Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Karawang, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Abdul Wahab.
Berikut poin-poin pembatasan dalam SE Bupati Karawang, terkait jam malam:
1. Pengelola atau pelaku usaha pasar rakyat, membatasi kegiatan usaha/operasional normal dengan pembatasan jumlah pengunjung sebanyak 80 persen dari kapasitas pasar.
2. Pengelola pusat perbelanjaan (Mal/Supermarket) membatasi kegiatan usaha/operasional mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB.
3. Pengelola/pelaku usaha toko swalayan membatasi kegiatan usaha/operasional dimulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.
4.Pengelola kegiatan usaha lainnya (warung makan, restoran, cafe) di luar pusat perbelanjaan, membatasai kegiatan usaha/operasional mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Kecuali untuk dibawa pulang atau take away dibatasi pukul 21.00 WIB.
5. Seluruh masyarakat, baik perorangan maupun kelompok masyarakat di Karawang, diberlakukan pembatasan dalam kegiatan/aktivitas sampai pukul 21.00 WIB.
Pada edaran tersebut, para pelaku usaha juga diminta tetap menerapkan Protkes. Pelanggaran terhadap kegiatan usaha/operasional sebagaimana dimaksud di atas, dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (Asep Rohmatin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here